Boy, ter-Interupsi (puisi)

Sudah cukup lama kutuliskan
Ceritaku, perjalanan panjang memburu autonomi,
mengabdikan jiwa pada daftar mimpi

Drama epik dibangunnya sebuah benteng tinggi,
Perbatasan antara aspirasi penuh inspirasi dan hipnotis peri-peri fantasi,
Penawar racun emosi,
Penjaga harta logika.

 

Namun dibaliknya, semakin sering kutemukan diri tersungkur tanpa daya,
tertangkap bayangan tak ter-lawan
Membawaku ke dimensi penuh warna

Dimana tanpa diminta, terbentang pemandangan yang kusuka

 

Gambaran damai sesosok manusia,
Hamparan lukisan indah dirinya,
denganku berdansa,
bersamaku memainkan musik dunia, tentangku dinyanyikan lagunya…

 

Tahukah bahwa itu semua, hanya kuncupan sebuah benih kenangan?
Seri pertemuan yang berisi tak lebih dari curian pandangan,
senyuman tulus yang tertahan dan kegaguman yang tak tersampaikan

 

Tapi tetap saja ku ter-rantai,
tetap ku terperangkap di dalamnya.

Dan ketika terjaga, imajinasi telah mengambil langkah raksasa
Jauh mendahului realita

Meninggalkan kesadaran yang tak nyaman,
dipermalukan kejujuran keadaan,
memaksa diri mengatakan,

 

Tak inginkah luka hati itu cepat saja datangnya?

 

Mengingat dengan masa;
infatuasi dangkal ini,
harapan mustahil ini,
semakin membodohi diri

Dan membuatku bertanya,

 

Akankah ku dibiarkan terlepas dari insting tak terkendali yang terikatkan dalam rusuk ini?
Mungkinkah dapat kuhentikan putaran otomatis mekanisme dalam tubuh yang tak bersinkronasi dengan gerak kaki?

 

Membuatku kian bersikeras,

Jalan setapak dimana kutinggalkan jejakku ini memiliki akhir tujuan;

Akan adanya perhentian yang menawarkan alam lindung yang selalu kunantikan.
Dimana ketenangan memberi makna,
dimana keseimbangan mengupahi terwujudnya asa; disitulah ku ingin berada

Meski diselingi sepi, meski dahaga akan sentuhan, meski diselimuti keraguan tersembunyi…

 

… Hei, suara apa yang baru saja kudengar?

 

Ah, begitu lincah akal sehat melesat dan lenyap dalam sesaat..

Kembali digantikan dimensi penuh warna.

Dan kuresapi bahagia selagi tenggelam…
Menikmati sebuah lukisan dirinya,
denganku berdansa.

 

Tya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s